Langsung ke konten utama

Menanamkan Iman Anak "Menabur Benih Keimanan Sejak Dini"


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kami belajar iman sebelum belajar Al-Quran, kemudian belajar Al-Quran sehingga denganya bertambahlah iman kami." (Jundup bin Abdillah R.A)

    Anak adalah aset orangtua yang sangat berharga, aset dunia sampai ke akhirat, bahkan ia adalah penerus amal kebaikan orangtuangya. Maka tugas orangtua mendidik dan menjaganya dengan berbagai ikhtiar, salah satunya dengan menguatkan pondasinya terlebih dahulu, yaitu Mengenalkan dan Menumbuhkan Cintanya pada Rabb-Nya.

Metode mengokohkan akar keimanan anak kita :

  1. Keteladanan. Sehari-hari anak - anak mendengar ucapan syukur orangtuanya kepada Allah, anak - anak terbiasa menirunya. Demikian pula untuk perkara ibadah lainnya. Keteladaan Menyumbangkan peran besar untuk anak melakukan aktivitas ibadah berdasarkan inisiatif anak atau dorongan internal dan tanpa paksaan.

  2. Dialog Iman. Dengan melibatkan Allah dalam setiap aspek kehidupan dan memancing anak dengan petanyaan-pertanyaan yang mengokohkan akar tauhidnya akan membantu orangtua menanamkan iman sejak dini kepada anak dan mengokohkan fitrah keimanannya. Misal, Kita berkebun dari biji tanaman tumbuh hingga berbuah, dari kegiatan berkebun kita bisa menginput keimanan dengan memberi pertanyaan "bunayya siapa yang menumbuhkan pohon pisang hingga berbuah ?" (anak menjawab Allah)

  3. Persuasi. Dengan mengajak anak bersyukur kepada Allah setiap kali menerima nikmat dari Allah (misal: Mainan, Es Cream, Buku, dll) dan setiap nikmat yang sering tidak disadari (mata sehingga bisa melihat, udara untuk bernafas, tangan untuk menulis,dll) akan membuat anak terbiasa bahkan tanpa diingatkan untuk senantiasa mengaitkan segala hal dengan Allah sehingga anak semakin mengenal bahwa Rabb-Nya Maha Menciptakan dan Maha Pemberi, anak juga menjadi semakin merasa dekat dengan Allah karena menyadari bahwa segala yang terjadi dan segala yang ia miliki merupakan pemberian dari Allah.

  4. Taddabur Qur'an. "Bagaimana terjadinya hujan? (anak menjelaskan proses terjadinya hjan), Siapa yang mengatur semua pergerakan alam tersebut? (anak menjawab Allah) apa fungsi hujan? (anak mengaitkan dengan salah satu ayat dari surat An-Naba' bahwa hujan bermanfaat untuk menumbuhkan tanaman) Jadi siapakah yang menciptakan hujan? (Anak menjawab Allah)

  5. Buku. Menfasilitasi anak dengan menyiapkan perpustakaan dirumah. jadikan buku sebagai hadiah anak - anak yang mencintai ilmu.  Menumbuhkan iman dengan menumbuhkan cinta (mahabah) kepada Allah, Rosul-Nya, Kitab-Nya melalui story telling dari buku. 


Sumber: @rohmah_ummuammaryam_Founder_of_Rumah_Baca_5A_Al_Fatih





Komentar