Langsung ke konten utama

Tahapan Perkembangan Fitrah Keimanan Anak

 
Fitrah Keimanan 
 Oleh : Febrianti Almeera
 Intisari dari Buku : Saatnya Ibu Menjadi Ibu, Dampingi Fitrah Anak, Bangkitkan Fitrah Diri, Sebagai Perempuan Sejati – Strong From Home Publishing–halaman 139-145 (Buku Best Seller Edisi Revisi) 

    Di antara aspek fitrah adalah kecenderungan manusia untuk beriman yang disebut sebagai fitrah keimanan. Fitrah keimanan bahkan telah diinstal sejak di alam Rahim dalam bentuk persaksian Allah sebagai Rabb (Kholiqon - Pencipta, Roziqon – Pemberi Rezeki, Malikan – Pemilik / Pemelihara, dst) sebagaimana firman Allah dalam QS. Al A’raf, 7 : 172. Diwajibkan pula melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) sebagai bentuk penguatan dan perawatan syahadah Rubbubiyatullah (pengakuan bahwa Allah adalah Rabb) agar bayi mampu merasakan keamanan bahwa meski ia jauh dari Allah, kini telah ada ibunya yang akan mejadi wakil Allah untuk membersamainya dengan cinta dan ketulusan. Dalam pemberian ASI itu pula, bayi dapat merasakan adanya Dzat yang memberi rezeki, melindungi, merawat dan menyayanginya. Berikut adalah cara mendidik fitrah keimanan sesuai tahapan usia. 

  1. Tahap Pra Latih : usia 0-2 tahun Ini tahap "penguatan fitrah keimanan melalui pemberian ASI secara eksklusif secara langsung oleh ibu dengan menghadirkan hati, perhatian, sentuhan, pandangan dsb ketika menyusui". Inilah tahap penguatan awal Tauhid Rubbubiyatullah.

  2. Tahap Pra Latih : usia 3-6 tahun Ini tahap merawat fitrah keimanan dengan membangun imaji-imaji keindahan tentang Allah, tentang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, tentang Islam dan kebaikan lainnya sehingga melahirakan kesan dan cinta yang mendalam. Iman sebelum amal. Upayakanlah adab berkesan indah. Jadi tahap ini sepenuhnya penuh dengan cinta, namun tetap tidak berarti memperturutkan yang tidak baik jika memang ada. Ceritakanlah hal-hal indah yang membuat anak tertarik, tergugah, memiliki kesan mendalam yang baik, dan antusias pada kebenaran. Suasanakanlah keshalihan dalam setiap momen dan kesempatan tanpa terasa kaku dan formal. Ini adalah tahap emas untuk mengenalkan Allah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan kebaikan-kebaikan Islam. Anak sedang berada pada puncak imajinya. Alam bawah sadarnya masih terbuka lebar. Maka mengenalkan apapun tentang kebaikan apalagi dengan cara berkesan akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya dan menguatkan fitrahnya. Penting mengkontekskan semua peristiwa baik dengan Allah dalam setiap kesempatan. Teladankan kebaikan tanpa pasang target untuk segera diikuti. Hindari bentuk formal dan penerapan disiplin yang membuatnya menjadi membenci kebaikan itu sendiri. Dahulukan amar ma’ruf daripada nahi munkar. "Usia 0-6 tahun adalah masa emas bagi mendidik fitrah keimanan dengan menguatkan konsep Allah sebagai Rabb, melalui imaji-imaji indah yang melahirkan kecintaan kepada Allah, Rasulullah dan Islam". Metodenya adalah membacakan buku cerita, keteladanan dan suasana keshalihan yang berkesan mendalam. 

  3. Tahap Pra Aqil Baligh 1 : usia 7-10 tahun Ini adalah tahap menumbuhkan dan menyandarkan Tauhid Mulkiyatullah. Pada tahap ini anak sedang sangat kritis (fitrah belajarnya sedang pada puncaknya), mereka juga mulai bergeser dari ego sentris ke sosio sentris, mereka mulai memahami adanya keteraturan di alam dan di kehidupan. "Inilah tahap yang tepat untuk menumbuhkan dan menyandarkan bahwa Allah Ta’ala lah Sang Maha Pengatur, Sang Maha Pembuat Hukum, Dzat Yang harus ditaati". Fitrah keimanannya ditumbuhkan dengan membaca alam dan mentadabburi keteraturan ciptaan Allah di alam semesta.

  4. Tahap Pra Aqil Baligh 2 : "usia 11-14 tahun Ini tahap mendidik fitrah keimanan untuk Tauhid Uluhiyatullah. Metodenya adalah mengokohkan fitrah keimanan melalui ujian-ujian kehidupan sehingga menjadi kebutuhan". Pada tahap ini, memberikan anak kesempatan untuk merantau yang tidak terlalu jauh, berbisnis kecil-kecilan, memberi investasi, menitipkan anak dirumah orang saleh, melibatkan pada aktifitas dakwah, dll. Maka kita akan lihat bagaimana fitrah keimanannya diuji dalam kehidupan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memulai magang berdagang bersama pamannya dan merantau ke Syams sejak usia 11-12 tahun. Maka kita lihat Rasulullah piawai di dakwah dan piawai di pasar. Dalam ujian-ujian kehidupan itu, mereka akan menyadari butuhnya shalat malam, panduan Al Qur’an dan Al Hadits, memperbaiki misi hidup sesuai yang Allah kehendaki, dst. 

  5. Usia Aqil Baligh : "> 15 tahun Fitrah keimanan yang tumbuh paripurna akan berujung kepada peran peradaban berupa ghairah dan antusias menyeru kepada Tauhidullah". Inilah adab tertinggi kepada Allah sebagaimana yang ditugaskan kepada Nabiyullah sepanjang sejarah.

Komentar